Pemerintah Dorong Perbankan Kembangkan Teknologi Layanan   Administrator         22 September 2017         04:26:33         184x

 Pemerintah terus berupaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan perbankan. Salah satunya adalah mendorong dunia perbankan untuk menerapkan teknologi layanan keuangan yang mudah digunakan oleh masyarakat Indonesia. 
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudianatara mengungkapkan saat ini terdapat sekira 175 juta orang Indonesia yang minimal mempunyai satu ponsel. "Saya selalu bicara pada Gubernur BI (Bank Indonesia, red), ada berapa orang memiliki rekening di bank? Ada selisih sekitar 95 juta sebenarnya, ini kanal yang bisa dimanfaatkan diberikan untuk akses layanan keuangan kepada masyarakat," tuturnya dalam Indonesia Banking Expo 2017 di Jakarta, Selasa (19/09/2017) kemarin.
Menurut Menteri Rudiantara, akses masyarakat terhadap jasa perbankan saat ini perlu ditingkatkan dengan beragam pendekatan. "Mau fintech atau pendekatan techfin? Kalau fintech berangkatnya dari lembaga keuangan atau perbankan bagaimana menjangkau nasabah atau pasar? Kalau techfin, bagaimana memberdayakan masyarakat untuk memastikan dirinya mendapatkan jasa layanan perbankan?,” paparnya  
Menteri Kominfo menegaskan kembali apapun pendekatan yang digunakan hal terpenting adalah masyarakat mendapatkan jasa layanan perbankan. “Di sisi aplikasi yang selalu didorong adalah fintech atau techfin. Apapun namanya, dulunya ada phonebanking, internet banking, dan lainnnya. Saya juga sudah bicara dengan teman-teman perbankan bagaimana membuat satu unit, bagaimana berpikir mengakuisisi fintech? Bagi yang pendekatannya fintech, kami dorong juga techfin. Keduanya bisa digunakan,” tandas Menkominfo Rudiantara.

Dua Faktor Pendorong
Menteri Kominfo menilai ada dua faktor pendorong untuk adopasi teknologi perbankan di Indonesia. Pertama, pertumbuhan sektor komunikasi dan informatika di Indonesia mampu mendukung pengembangan digitalisasi perbankan. Kedua, kebijakan pemerintah dalam membagun dan menyediakan infrastruktur telekomunikasi untuk menjangkau semua masyarakat.
Sejak tahun 2017, menurut Menteri Rudiantara, pertumbuhan sektor kominfo pada setiap kuartal menembus lebih kurang 11 persen. “Pemerintah sudah menetapkan bahwa sektor Kominfo harus tumbuh double digit. Sejak tahun 2017 ini kuartal demi kuartal tumbuh double digit sekitar 11 persen,” katanya 
Pada kesempatan tersebut Menteri Kominfo juga menjelaskan perkembangan pembangunan infrastruktur telekomunikasi sebagai perwujudan Program Nawacita Nomor 3, Membangun Dari Pinggiran atau  wilayah terluar RI.  “Pemerintah sudah menetapkan pada Program Nawacita Nomor 3, harus membangun dari pinggiran. Kita di Jakarta menikmati throughput (satellites) 7 Mbps tetapi saudara kita yang di Papua dan Maluku hanya 300 Kbs,” papar Menteri Kominfo menjelaskan dasar pertimbangan pelaksanaan Program Palapa Ring.
Oleh karena itu, pemerintah menurut Menteri Rudiantara menerapkan kebijakan afirmatif berupa pembangunan infrastruktur telekomunikasi untuk menjangkau wilayah Indonesia yang terluar yakni Palapa Ring. “Tujuannya pada tahun 2019, semua ibukota pemerintahan kota dan kabupaten di Indonesia sudah punya akses broadband. Kalau sekarang ada semen satu harga, harga BBM satu harga, saat itu juga yang membayar di Jakarta per megabit-nya beli paket harus sama dengan saudara kita di wilayah timur,” tandasnya.
Menteri Kominfo lebih lanjut menjelaskan pembangunan infrastruktur telekomunikasi tidak akan berhenti di Palapa Ring. ”Kita memulai juga proses satelit. Pemerintah nanti bangun high throughput satellites (HTS). Kita gunakan teknologi baru. Kenapa? Pemerintah harus menghubungkan 292.000 sekolah, 10.000 Puskesmas, 75.000 Polsek dan Koramil semua harus dihubungkan,” paparnya.
Penggunaan satelit diharapkan Menteri Rudiantara dapat mendorong penyediaan akses pita lebar ke setiap masyarakat Indonesia. “Kita berharap menggunakan satelit dan menghitung  apa dua atau tiga satelit diluncurkan tahun 2021, sehingga pada tahun 2025 tidak ada lagi wilayah yang tidak terhubung. Pada saat itu, yang namanya teknologi akses broadband kepada setiap masyarakat Indonesia sudah terpenuhi,” pungkasnya. (dps) 

 

Berita Terkait